breadcrumb
breadcrumb
menu
Menu Cepat
Artikel Kampus
Informasi & berita terbaru
S1 Pendidikan Matematika: Teori atau Praktik Mengajar?
Peluang Kerja Setelah Lulus S1 Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia: Mengajar dan Mengolah Materi
Perkiraan Biaya Hidup Mahasiswa di Surabaya untuk Pengajar PPKn
Gen Z Makin Sering Pakai PayLater, Ini Peran Pendidikan Ekonomi dalam Literasi Keuangan
Gen Z makin akrab dengan PayLater. Kenali peran Pendidikan Ekonomi dalam mengajarkan literasi keuangan digital melalui media pembelajaran interaktif.
Bayar dengan e-wallet, menggunakan PayLater, atau menemukan tawaran investasi melalui aplikasi sudah menjadi bagian dari kehidupan Gen Z belakangan ini. Namun, kemudahan menggunakan layanan keuangan belum tentu membuat seseorang memahami risiko dan mampu mengambil keputusan finansial dengan baik.
Kondisi ini membuat literasi keuangan digital semakin penting dikenalkan sejak sekolah. Salah satu caranya adalah menghadirkan pembelajaran ekonomi yang lebih dekat dengan kebiasaan finansial siswa melalui media pembelajaran interaktif berbasis FinTech.
Pembelajaran Ekonomi Bisa Dimulai dari Kebiasaan Finansial Siswa
Materi ekonomi akan lebih mudah dipahami jika dikaitkan dengan hal yang memang ditemui siswa sehari-hari. Salah satunya adalah PayLater Behavior, yaitu kebiasaan menggunakan layanan bayar nanti yang perlu dipahami dari sisi manfaat, biaya, dan kemampuan membayar.
Guru dapat mengajak siswa membahas contoh sederhana, seperti apa yang terjadi jika seseorang membeli barang menggunakan cicilan. Dari situ, siswa dapat belajar menghitung pengeluaran sekaligus memahami bahwa setiap keputusan finansial memiliki konsekuensi.
Baca juga: Cara Mengenali Minat sebelum Memilih Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan
Simulasi FinTech Membuat Pembelajaran Lebih Interaktif
Guru ekonomi dapat menggunakan media pembelajaran interaktif berupa simulasi aplikasi keuangan. Siswa bisa diberi kondisi tertentu, kemudian diminta membuat anggaran, memilih kebutuhan, menghitung cicilan, atau membandingkan beberapa pilihan pembayaran.
Untuk materi investasi, guru juga dapat menggunakan simulasi reksa dana atau saham dengan data yang dibuat khusus untuk pembelajaran. Tujuannya bukan mengajak siswa berinvestasi, tetapi mengenalkan konsep keuntungan, risiko, dan pentingnya mempertimbangkan keputusan sebelum menggunakan produk keuangan.
Literasi Keuangan Digital Tidak Cukup dengan Hafalan
Siswa mungkin sudah mengetahui istilah seperti bunga, cicilan, investasi, atau utang. Namun, pengetahuan tersebut akan lebih bermanfaat jika mereka mampu menggunakan informasi tersebut ketika menghadapi pilihan finansial.
Misalnya, siswa diminta membandingkan dua pilihan pembayaran dan menjelaskan alasan pilihannya. Cara ini dapat melatih berpikir kritis dan mengambil keputusan, bukan sekadar menghafalkan definisi tertentu dari buku pelajaran.
Media Pembelajaran Interaktif Bisa Menjadi Pilihan
Penggunaan metode pembelajaran interaktif juga didukung oleh penelitian. Studi Cannistrà dkk. (2024) yang diterbitkan dalam Journal of Comparative Economics melibatkan 2.220 siswa di empat negara melalui eksperimen terkontrol dan menemukan bahwa pembelajaran keuangan berbasis permainan meningkatkan literasi keuangan siswa sebesar 0,313 standar deviasi. ScienceDirect
Penelitian tersebut menunjukkan bahwa pendekatan learning by playing dapat menjadi salah satu cara untuk membuat pembelajaran keuangan lebih efektif. Artinya, siswa tidak hanya menerima materi, tetapi juga belajar melalui situasi dan keputusan yang mereka hadapi dalam proses pembelajaran.
Program Studi Pendidikan Ekonomi Bisa Mengembangkan Solusi Ini
Perubahan kebiasaan finansial siswa membuat calon guru ekonomi perlu memahami lebih dari sekadar teori. Mahasiswa Program Studi Pendidikan Ekonomi juga perlu belajar bagaimana menyampaikan materi dengan media yang sesuai dengan perkembangan teknologi dan kehidupan siswa.
Topik seperti literasi keuangan digital, PayLater Behavior, dan media pembelajaran interaktif dapat dikembangkan menjadi proyek atau penelitian mahasiswa. Misalnya, mahasiswa dapat menguji apakah simulasi FinTech membantu siswa memahami risiko PayLater atau membuat keputusan keuangan dengan lebih baik.
Baca juga: Tanda Pengajar Bahasa Indonesia Siap Melanjutkan Kuliah S1 Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Pendidikan Ekonomi Bisa Menjawab Perubahan Dunia Finansial
Gen Z akan terus berhadapan dengan layanan keuangan digital. Karena itu, Pendidikan Ekonomi dapat membantu siswa memahami cara mengambil keputusan finansial dengan lebih bijak.
Bagi kamu yang tertarik menjadi guru, cari informasi Program Studi Pendidikan Ekonomi melalui kelaskaryawan.id atau ikipwidyadarmasurabaya.id. Ikuti juga Instagram dan Channel WhatsApp Komunitas Kuliah untuk mendapatkan informasi tentang program kuliah dan kampus. Jika kamu sudah siap untuk kuliah, daftarkan dirimu sekarang di IKIP Widya Darma Surabaya melalui Program Perkuliahan Karyawan (P2K) karena perubahan dimulai dari #BeraniKuliah.
Hubungi layanan kami
Pusat Bantuan Kampus
Kampus IKIP WIDYA DARMA • Jl. Ketintang No. 147-151 Surabaya
Tagged (Tags) :
© 2026 Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan Widya Darma Surabaya. All rights reserved.
IKIP WIDYA DARMA